Apakah Diet Tinggi Protein Rendah Karbohidrat itu Aman

Banyak yang bertanya, apakah diet tinggi protein aman untuk tubuh. Jawabannya bisa yak dan bisa juga tidak. Jika diet ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan dengan pengawasan ketat dari dokter mungkin tidak apa apa.

Tapi hati-hati bagi Anda yang mempunyai penyakit tertentu, bisa bisa diet ini malah akan memperburuk kondisi kesehatan Anda nantinya. Karena resiko masalah kesehatan dapat saja terjadi sebagai akibat diet tinggi protein ini jika dijalani dalam jangka waktu yang panjang. Meski bisa saja efeknya akan berbeda pada setiap orangnya, tergantung kondisi tubuh masing-masing orang.

Makanan sumber protein
Makanan sumber protein
Image Illustration Credit: Title: Thanks to Mr. Stevepb, source: pixabay.com/en/food-platter-cheese-salami-2175326/

Melakukan diet tinggi protein rendah karbohidrat sebenarnya adalah dengan tidak benar-benar menghilangkan karbohidrat dalam menu makanan kita. Namun hanya dengan mengurangi atau membatasi jumlahnya dalam kurun waktu tertentu saja. Kemudian terus dinaikan jumlahnya supaya tidak terjadi kelainan pada tubuh.

Atau kita bisa juga mengganti sumber karbohidratnya dengan pilihan karbohidrat yang tinggi akan serat, seperti biji-bijian dan padat nutrisi sayuran dan buah.

Dampak buruk yang biasanya muncul saat menjalankan diet tinggi protein

Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul saat menjalani diet tinggi protein, seperti:

  • Karena diet protein tinggi membatasi asupan karbohidrat, sehingga bereksiko terjadi masalah kesehatan seperti kekurangan nutrisi atau serat, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti sembelit dan diverticulitis.
  • Beberapa seperti ini biasanya mengkonsumi makanan seperti daging merah dan produk susu yang tinggi lemak, yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung.
  • Diet tinggi protein dapat menambah berat beban kerja ginjal dan bisa memperburuk fungsi ginjal pada orang yang memiliki penyakit ginjal. Hal ini disebabkan karena tubuh mungkin akan mengalami kesulitan menghilangkan semua produk-produk limbah hasil metabolisme protein.

Jika kita ingin mengikuti ini sebaiknya lakukan untuk jangka pendek saja. Selain itu, pilihlah sumber protein yang baik seperti ikan, ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, dan produk susu yang rendah lemak.

Disarankan, saat seseorang akan melakukan diet tinggi protein ada baiknya dia berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memulai diet tersebut. Dan itu sangat penting karena siapa tahu kita memiliki gangguan kesehatan yang memang dianjurkan untuk tidak melakukan diet semacam ini. Seperti gangguan penyakit ginjal dan diabetes, atau kondisi kesehatan kronis lainnya yang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan yang fatal.

Akhirnya, perlu untuk selalu diingat bahwa penurunan berat badan hanyalah bersifat sementara, dan tidak untuk dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Dan akhir kata, semoga artikel mengenai diet tinggi protein ini setidaknya memberikan sedikit pencerahan untuk Anda semua.

(Visited 29 times, 1 visits today)