Penggunaan Alkohol Pada Produk Perawatan Kulit, Baik ataau Burukkah ?

Apa sih efek penggunaan alkohol pada produk perawatan kulit yang kita gunakan. Apakah ada dampak positif ataupun negatifnya pada kulit kita jika kita menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung alkohol.

Penggunaan alkohol pada produk perawtan kulit
Penggunaan alkohol pada produk perawtan kulit

Umumnya jika kita melihat kata “alkohol” pada produk perawatan kulit maka kebanyakan orang akan menganggap bahwa produk tersebut akan memberikan efek kering dan memberi efek yang buruk pada kulit.  Tapi tampaknya statement tersebut tidak sepenuhnya benar.

Karena pada kenyataannya adalah, alkohol akan mempengaruhi kulit dari masing-masing orang secara berbeda, dan banyak di antaranya tidak berbahaya.

Apa saja manfaat penggunaan alkohol pada produk perawatan kulit

Jangan menghindari menggunakan semua produk perawatan kulit hanya karena produk tersebut mengandung alkohol. Alkohol sebenarnya mempunyai banyak kegunaan, dan diantaranya dapat menjadi pelembab, pelarut, pengemulsi, surfaktan, dan antioksidan.

Berikut ini manfaat dan keuntungan Alkohol yang  umum digunakan dalam produk perawatan kulit dan wajah meliputi:

  • Retinol (Vitamin A molekul yang untuk mencegah keriput)
  • Tokoferol (Vitamin E, antioksidan melawan radikal bebas)
  • Cetyl Alcohol – diekstrak dari minyak kelapa digunakan sebagai emolient untuk menstabilkan formulasi. Hal ini digunakan dalam pelembab karena membantu mengunci kelembaban dengan menciptakan lapisan pelindung yang mencegah kelembaban dari penguapan
  • Stearyl alcohol – ini juga berasal dari minyak kelapa dan digunakan sebagai emulsifier atau emolient. Emulsifier membantu mengikat minyak dan cairan lain dalam produk dan membuat produk dari memisahkan dalam waktu. Sebagai makna melunakkan, itu membuat produk tersebut lebih Melembapkan dengan membantu mengikat air pada kulit. Baca lebih lanjut tentang ini di sini.
  • Propylene Glycol (humectant yang mengikat kelembaban ke kulit)
  • Cetearyl alkohol – yang berasal dari minyak dan lemak alami dan itu adalah lilin pengemulsi digunakan untuk melunakkan formula tebal dan bertindak sebagai agen berbusa.
  • Lanolin Alkohol – Hal ini juga dikenal sebagai alkohol wol karena itu berasal dari kelenjar sebaceous dari wol domba.

Jenis alkohol yang mempunyai efek buruk pada kulit

Ada 2 jenis alkohol yang ditemukan dalam kosmetik yang buruk bagi kulit (karena bisa mengakibatkan pengeringan kulit yang berlebihan):

  • Ethyl alcohol – Menyebabkan iritasi dan mencegah penyerapan vitamin A, yang menyebabkan penuaan dini, juga terdaftar sebagai Etanol, Alkohol Denat atau SD Alkohol)
  • Isopropyl alcohol (juga terdaftar sebagai isopropanol)

Alkohol digunakan sebagai pengawet dalam produk organik atau sebagai zat untuk mempertahankan wangi, tetapi untuk dapat bekerja mereka perlu digunakan dalam konsentrasi tinggi, hingga 20%.

Nah dengan membaca informasi ini mungkin sedikit banyak bisa meningkatkan pengetahuan kita tentang salah satu bahan yang memang saat ini banyak ditemukan pada produk-produk perawatan kulit saat ini.

Dengan demikian, langkah besar berikutnya adalah untuk memahami bahwa tidak semua alkohol adalah buruk, dan kita tidak harus mengabaikan produk hanya karena itu. Terima kasih telah membaca artikel tentang “Penggunaan alkohol pada produk perawatan kulit” Semoga bermanfaat.

(Visited 41 times, 1 visits today)